Informasi

Suku Bunga & Tarif

Lokasi & Jaringan

Pemegang Saham

Bergabung dengan pendiri BSP, I Wayan Gatha, terciptalah sebuah konsorsium pemodal yang dipimpin oleh Mercy Corps, yang mana semuanya memiliki tujuan yang sama merealisasikan pengentasan kemiskinan melalui operasional yang berkesinambungan dari sebuah bank wholesale yang mendukung sektor keuangan mikro Indonesia. Pengalaman Mercy Corps di bidang keuangan mikro di Indonesia telah berujung pada visi untuk menetapkan Bank Andara sebagai mitra strategis bagi sektor keuangan mikro Indonesia, menawarkan produk dan jasa keuangan yang responsif dan inovatif bagi LKM untuk meningkatkan kinerja dan jangkauan mereka secara signifikan. Kelompok konsorsium pemodal tersebut membawa keahlian teknis dan pengalaman bagi organisasi yang akan dimanfaatkan untuk membimbing dan memastikan keberhasilan Bank Andara.

 


 

 

Mercy Corps, didirikan pada tahun 1979, Mercy Corps adalah suatu organisasi non profit yang berkantor pusat di Amerika Serikat, yang sejak didirikan telah memberikan $1,7 milyar dalam bentuk bantuan kemanusiaan dan pembangunan dengan sejumlah program di 107 negara di seluruh dunia. Didukung dengan jaringan kantor di Amerika Utara, Eropa, dan Asia, program-program global terpadu mempekerjakan lebih dari 3.700 karyawan di seluruh dunia dan menjangkau lebih dari 14,5 juta orang di lebih dari 40 negara. Sebagai salah satu bentuk bantuannya, Mercy Corps telah berpengalaman lebih dari 20 tahun dalam bidang keuangan mikro. Mercy Corps telah mengembangkan LKM, termasuk bank komersial dan perusahaan multi finance di 16 negara berkembang di seluruh dunia.

 

Mercy Corps memulai programnya di Indonesia sejak tahun 1999, dan saat ini memiliki hampir 175 karyawan di tujuh kantor. Sebagai bentuk bantuannya di Indonesia, Mercy Corps telah mendukung sektor keuangan mikro di Indonesia selama hampir sembilan tahun dengan memberikan bantuan teknis dan pendanaan kepada ratusan LKM.

 

Pada awal tahun 2005, Mercy Corps bekerjasama dengan IFC untuk meluncurkan “Microfinance Commercial Linkages Pilot Project” yang berupaya menghubungkan para LKM yang layak mendapat sumber pembiayaan umum. Program tersebut mencakup pengembangan pemeringkatan berbiaya rendah untuk LKM Indonesia, fasilitasi hubungan dengan bank komersial, jaminan pinjaman dan bantuan teknis. Pada awal tahun 2006, Mercy Corps melembagakan program tersebut dengan mendirikan Microfinance Innovation Center for Resources and Alternatives atau dikenal dengan nama MICRA.

 

Pendekatan terpadu: Melalui pendirian Bank Andara dan MICRA, Mercy Corps telah memperkenalkan suatu pendekatan terpadu untuk mendorong perkembangan sektor keuangan mikro di Indonesia baik melalui dukungan langsung dan tidak langsung kepada LKM.

 

 

IFC, anggota dari Grup Bank Dunia, adalah lembaga pembangunan global terbesar yang memfokuskan pada sektor swasta pada negara-negara berkembang. IFC menciptakan kesempatan bagi masyarakat untuk keluar dari kemiskinan dan untuk memperbaiki tingkat hidupnya, memberikan bantuan keuangan untuk membantu usaha, mempekerjakan lebih banyak orang dan memberikan jasa-jasa penting, memobilisasi modal, dan memberikan jasa konsultasi untuk memberikan kepastian terhadap pembangunan yang berkelanjutan. Di saat ketidakpastian ekonomi global, investasi baru IFC justru mencapai rekor $18 milyar di tahun fiskal 2010, dimana $12,7 milyar adalah untuk rekening milik IFC. Di tahun fiskal 2010, IFC telah berinvestasi pada 528 proyek, mengalami kenaikan dari tahun fiskal 2009. Porfolio Jasa Konsultasi IFC (IFC Advisory Services) terdiri dari 736 proyek aktif dengan nilai lebih dari $850 juta, dan  pengeluaran mencapai total $268 juta.

 

Di Indonesia, IFC bertujuan untuk mengurangi akibat dari perubahan iklim, menaikkan pendapatan pedesaan dan mempromosikan urbanisasi yang berkelanjutan. Kedudukan Jasa Konsultasi IFC di Indonesia didukung oleh pemerintah Australia, Finlandia, Belanda, Selandia Baru, dan Swiss. IFC memberikan investasi saham sebesar $5 juta, dan jasa konsultasi untuk mendukung strategi pemasaran dan produk yang akan menempatkan Bank Andara sebagai bank wholesale  pilihan di Indonesia.

 

 

Hivos-Triodos Fonds, didirikan pada tahun 1994, sebagai suatu inisiatif bersama antara Hivos dan Bank Triodos yang bertujuan untuk memberikan kontribusi dalam pertumbuhan keuangan mikro di Negara-negara berkembang. Bank Triodos adalah salah satu bank papan atas di dunia perbankan berkesinambungan dan dikenal akan pendekatan inovatif dan transparansinya. Hivos adalah sebuah organisasi non pemerintah berbasis di Belanda yang bersifat humanis untuk memberikan kontribusi pada dunia yang bebas, adil dan berkesinambungan. Hivos-Triodos Fund adalah salah satu dari empat dana keuangan mikro di bawah manajemen Triodos Investment Management, yang 100% merupakan anak perusahaan dari Bank Triodos. Total aset yang dimiliki pada akhir tahun 2010 mencapai sebesar EUR 47 juta.

 


 

 

KfW adalah bank pembangunan Jerman yang didirikan pada tahun 1948 dengan dana dari Marshall Plan. Pemegang saham mayoritas mereka adalah republik federal Jerman (80%) dan negara federal Jerman (20%). KfW memberikan dorongan bagi perkembangan perekonomian, masyarakat dan ekologi di Jerman, Eropa dan seluruh dunia. KfW juga mendukung perubahan dan meciptakan peluang di seluruh dunia. Saat ini mereka memiliki sekitar 60 kantor dan perwakilan di seluruh dunia dengan jumlah total volume bisnis mencapai EUR 63,9 milyar di tahun 2009.

 

Cordaid memiliki pengalaman dan keahilan selama lebih dari 90 tahun dalam pengentasan kemiskinan dan pembangunan. Berbasis di Belanda, Cordaid, the Catholic Organization for Relief and Development Aid, merupakan salah satu organisasi pembangunan internasional terbesar di dunia, dengan anggaran tahunan lebih dari EUR 170 juta dengan jaringan hampir 1.000 organisasi mitra di 36 negara di Afrika, Asia, Amerika Tengah, Timur dan Latin. Cordaid memiliki rekam jejak yang kuat dalam pembiayaan dan mendukung sektor keuangan mikro di seluruh dunia.

 

 


Developing World Markets (DWM) adalah perusahaan manajer investasi dan bank investasi yang didirikan untuk melakukan investasi sosial dalam rangka program ekonomi berkelanjutan serta pembangunan sosial dalam skala global. DWM telah mengelola lebih dari USD 900 juta aset sejak Maret 2011, dan DWM telah melakukan investasi di lebih dari 140 LKM di 40 negara sejak tahun 2004.

 

 

Bpk. I Wayan Gatha. Pengusaha swasta yang telah berkecimpung di dunia perbankan selama lebih dari 30 tahun yang memulai usahanya dengan mendirikan Bank Sri Partha (BSP) dengan nama Bank Pasar Sri Partha (BPSP). Sejak berdirinya, Bank Sri Partha telah menfokuskan kegiatannya untuk membantu perekonomian Bali khususnya bidang keuangan mikro. I Wayan Gatha sebagai salah seorang yang sangat membantu kemajuan BPSP Bank Sri Partha bercita-cita ingin menjadi besar dengan membantu masyarakat pedesaan untuk mencapai kesejahteraannya. Oleh karena itu, BPSP mendahulukan pelayanannya kepada pedagang dan pengusaha menengah dan kecil di desa dan kota, kepada pengrajin, petani dan nelayan serta karyawan dan pegawai kecil. Bank Sri Partha menganggap usaha kecil dan usaha menengah merupakan pasar potensial bagi bank pasar.