News
BPR Diminta Hati-hati Salurkan Dana Linkage [Bisnis Bali]
Sat August 22,2009
Denpasar (Bisnis Bali)
Bank Indonesia Denpasar meminta bank perkreditan rakyat (BPR) di Bali hati-hati menyalurkan dana linkage program dari bank umum. Bila dan linkage ini tidak dikelola dengan tepat bahkan diselewengkan, dipastikan akan menurunkan kondisi kesehatan BPR yang bersangkutan.
Demikian dikatakan Wakil Pemimpin Bank Indonesia Denpasar Wijoyo Santoso di sela-sela seminar hukum, perseroan, perikatan dan jaminan dalam kaitannya dengan wewenang pemegang saham dan direksi, Jumat (21/8) kemaran.
Menurut Wijoyo, saat ini linkage program antara bank umum dan BPR di Bali terus mengalami perkembangan yang positif baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Hal ini harus terus dijaga dan terus diperbaiki. Di Bali saat ini terdapat 142 BPR dan 43 bank umum.
Ketua DPD Perbarindo Bali Made Arya Amitabha mengatakan, linkage program bank umum dan BPR ini harus terus ditingkatkan baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Dengan lingkage program bank umum tidak perlu bersusah-susah ikut bersaing memperebutkan pasar mikro kecil dan menengah. “BPR berharap Bank Andara bisa member sesuatu yang lebih dibandingkan dengan bank umum lain,” ujarnya.
Sementara itu sejumlah pengelola BPR yang ditemui menyambut baik kerja sama antara Bank Andara dan Perbarindo Bali. Hanya mereka mengelukan tawaran bunga kredit yang diberikan oleh Bank Andara. Menurut pengelola BPR yang tak mau dikorankan namanya tawarean suku bunga kredit 15 persen per tahun tidak kompetitif. Hal ini karena bank umum lain menawarkan suku bunga yang lebih rendah dari itu yaitu 12.5-13 persen per tahun.
Menanggapi hal tersebut Direktur Utama Bank Andara Paulus Wiranata mengatakan, untuk bunga masih bisa dinegosiasikan atau bisa diturunkan tergantuk dengan kondisi BPR-nya. Kerja sama yang ditawarkan Bank Andara berbeda dengan bank umum lain. Bank Andara sudah dipastikan tidak akan ikut bersaing dengan BPR karena telah menjadi wholesale bank. “Kami juga menawarkan kerja sama dalam bidang SDM dan teknologi informasi,” ujarknya. Saat ini, Bank Andara telah bekerja sama dengan 37 BPR yang ada di luar Bali. Sementara untuk di Bali akan diusahakan bekerja sama dengan seluruh BPR yang ada. Semua akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan kondisi Bank Andara. Sejauh ini Mercycorps telah menyuntikkan dana sebesar Rp. 40 milyar. Dana ini memang belum cukup dan akan coba diusahakan dari penghimpunan dana pihak ketiga. Tahun ini target DPK sebesar Rp. 100 milyar.
Terkait dengan SDM, ia mengakui telah melakukan perampingan. Jumlah tenaga kerja eks Bank Sri Partha yang masih dipakai hanya 10 persen.