Informasi
News
Surabaya – Surya
Angin segar buat nasabah dan debitur Bank Perkreditan Rakyat (BPR) dan koperasi di Jatim. Pascaakuisisi menjadi Bank Andara, bank yang semula Bank Sri Partha ini berkomitmen memperkuat likuiditas BPR dan Koperasi.
Business Development Director Bank Andara Don Johnston mengatakan, ditunjuknya Bank Andara sebagai Bank Apex BPR melalui program Andara Bersama BPR (ABB) diharapkan memperkuat posisi BPR agar mampu bersaing dengan bank-bank umum di sektor mikro.
Sampai akhir 2010, diharapkan mampu memberi suntikan modal melalui linkage program hingga Rp 270 miliar. Sampai semester I/2010, tercatat baru Rp 130 miliar untuk wilayah Jakarta, Denpasar dan Surabaya.
Total BPR yang bergabung dalam lembaga APEX baru 250 dan 10 diantaranya koperasi. Di Jatim, baru 30 BPR yang gabung di APEX dari 363 BPR yang ada.
“Persaingan di sektor kredit mikro cukup ketat. Lembaga keuangan Mikro (LKM), seperti BPR dan koperasi, memiliki jaringan kuat hingga pelosok namun beberapa likuiditasnya mulai melemah,” kata Don, Selasa (6/7).
Bank Andara akan membuka satu cabang di Surabaya. Diharapkan, sekitar 400 LKM bisa terangkul sampai akhir tahun. “Kita tidak perlu kantor cabang terlalu banyak karena fokus bisnis tidak lagi di retail banking, melainkan wholesale banking,” lanjutnya.
Bank Andara merupakan nama baru Bank Sri Partha pascaakuisisi April 2009. Bank ini fokus pembiayaan lembaga keuangan mikro, seperti koperasi, BPR dan Lembaga Perkreditan Desa (LPD).
“Kita beri bunga linkage yang kompetitif kisaran 13,5 – 15 persen. Diharapkan BPR dan koperasi bisa menawarkan bunga murah juga pada debitur,” ujar Don.
Asset bank Andara saat ini tercatat RP 240 miliar dengan equity Rp 120 miliar.
Ketua DPD Perbarindo Jatim Soegeng Notodiharjo menambahkan, komitmen Bank Andara sebagai bank induk BPR diharapkan mengembalikan likuiditas BPR Jatim yang melemah akibat persaingan dengan bank umum.
“Pertumbuhan kredit BPR per April/2010 mencapai 20 persen, lebih tinggi dibandingkan bank umum,” lanjut Soegeng.
Sumber pendanaan BPR antara lain 11,4 persen dari antar bank pasiva alias linkage bank umum, dari Dana Pihak Ketiga (DPK) 65 persen, sisanya modal sendiri.
Bank yang aktif memberi kredit melalui linkage program, CIMB Niaga dan Bank Mandiri.
(Mengutip dari Surya, Rabu 7 Juli 2010)



