Informasi
News
SURABAYA – Sektor korporasi (wholesale) masih menjadi fokus utama Bank Andara dalam penyaluran kredit. Namun, bank yang pemegang sahamnya didominasi NGO (non-governmental organization) itu juga komit mengembangkan ekonomi segmen bawah. Untuk itu, Bank Andara menggunakan LKM (Lembaga Keuangan Mikro) sebagai kepanjangan tangan.
“Kami rangkul LKM seperti BPR (Bank Perkreditan Rakyat) dan koperasi,” ujar Business Development Director Bank Andara Don Johnston di sela-sela pelatihan staf BPR di Surabaya kemarin (6/7).
Bank Andara menggenjot penyaluran kredit untuk LKM di jawa dan Bali hingga 100 persen atau menjadi Rp 270 miliar dibandingkan dengan posisi saat ini Rp 130 miliar. Don mengatakan, masih ada 30 -50 juta orang di Indonesia yang belum dapat mengakses bank secara langsung, itu sebabnya, bank hasil akuisisi Bank Sri Partha tersebut menggandeng sebanyak mungkin BPR yang selama ini telah menggarap sektor usaha mikro di daerah. “Setahun beroperasi, sudah 250 LKM di Jakarta, Jawa Barat dan Bali yang bermitra dengan Andara. Sebagian besar merupakan BPR,” ujarnya.
Target tahun ini Bank Andara menggandeng 400 LKM. Salah satu cara meningkatkan partner BPR dan koperasi adalah ekspansi ke Jatim. Menurut pria asal AS itu, proyeksi tersebut cukup realistis. Sebab, berdasar hasil survey, BPR di Jatim yang berjumlah 363, semuanya relatif sehat dan ratingnya cukup bagus. “Kami menyasar ritel dengan nilai simpanan minimal Rp 100 juta dan pinjaman di atas Rp 500 juta,” katanya.
(Mengutip dari Jawa Pos, Rabu 7 Juli 2010)



