News
Membangun Usaha Kecil Membutuhkan Komitmen
Thu April 22,2010

Oleh Lira Rewiantari
Sejak berdiri pada bulan April 2009, Bank Andara memprioritaskan untuk memahami dan mendukung peran penting LKM di Indonesia dalam mengurangi kemiskinan dan mendukung masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia sehingga memiliki akses yang memadai terhadap layanan keuangan. Bank Andara telah memantapkan dirinya sebagai mitra bisnis strategis LKM di Indonesia, dengan misi khusus yaitu membantu jutaan masyarakat berpengasilan rendah di Indonesia yang tidak memiliki akses perbankan agar mereka memperoleh akses akan produk dan layanan keuangan.
Salah satu klien Bank Andara adalah BPR Bumi Asih NBP 30, yang didirikan pada tahun 1994 dan saat ini melayani 7,828 nasabah tabungan, 246 nasabah deposito berjangka, dan 2,129 nasabah kredit atau pinjaman. Pada tahun ini mereka telah memenangkan berbagai penghargaan diantaranya adalah berbagai produk yang sukses, proses pinjaman yang cepat dan layanan antar jemput. Bersama dengan Bank Andara mereka telah bekerja untuk mendukung kebutuhan nasabah mereka.
Ibu Nani adalah salah satu nasabah tersebut. Dia telah menjadi klien BPR Bumi Asih NBP 30 sejak Ia mulai dengan pinjaman Rp500.000, pada saat 5 tahun yang lalu. Awalnya bisnis Ibu Nani di makanan ringan, tetapi Ia melihat lebih potensial dalam pembuatan tas, bantal, dan mencari dana untuk mendukung perubahan di bisnis. Dukungan dana yang Ia terima dari BPR Bumi Asih NBP 30 menyebabkan peluncuran ‘RESTI’, nama dari bisnisnya membuat dan menjual tas dan bantal.
Dalam lima tahun, Ibu Nani telah membuat kemajuan yang baik dengan usahanya, baik peningkatan jumlah pekerja yang Ia pekerjakan dan mesin jahit. Ibu Nani berkata, "Pada awal usaha ini, saya dibantu oleh dua teman saya dan hanya memiliki 1 mesin jahit. Sekarang telah meningkat sampai 7 pekerja dan 4 mesin jahit. Pada awalnya, saya hanya bisa memproduksi dan menjual bantal dan guling, tetapi dengan peningkatan staf dan saham saya, saya mampu memperluas jangkauan saya untuk menjual semua jenis tas dan juga sarung tangan handphone."
Ibu Nani memahami pentingnya menjual tas berkualitas baik dengan harga yang bersaing. “Saya menjual tas dengan harga standar, tidak mahal dan bervariasi dari Rp 5.000 – Rp 50.000,” Ia menambahkan “Dengan melakukan ini, saya bisa menjual 10 tas sehari di 5 toko termasuk Walini, Patenggang, Cimangu, Kawah Putih, Sawung Sari dan Sangliwek dan membuat bisnis yang baik. Dalam seminggu sekali, Satu toko biasanya meminta 200 tas sehingga permintaan untuk tas saya masih lebih besar daripada yang saya sediakan.
Idul Fitri dan Tahun Baru adalah periode bisnis yang sangat kuat, Ibu Nani dapat memperoleh keuntungan sebesar Rp 5.000.000 untuk membantu membayar sekolah anak-anaknya sebesar 1 juta rupiah selama satu tahun “Karena sangat sulit bagi kami untuk membayar biaya sekolah anak-anak kami untuk tahun berikutnya, kami diselamatkan dari apa yang kami peroleh selama periode Idul Fitri dan bisnis yang kuat", kata Ibu Nani.
Ibu Nani tinggal bersama dengan suaminya, dua anaknya dan neneknya di Ciwidey. Ia biasanya membeli bahan di Jalan Thamrin di Bandung di mana dia mendapatkan harga yang baik. Ia berharap ke depannya dapat memperluas jangkauan usahanya dengan adanya orang yang dapat memasarkan produknya di Bali, Malaysia atau negara lainnya. “Saya berharap bisnis saya dapat menjangkau daerah-daerah lain seperti Bali dan Malaysia, karena saat ini bisnis saya hanya mencapai Jakarta, Bekasi dan Lembang” katanya. BPR Bumi Asih NBP 30 dan Bank Andara terus bekerja sama untuk membantu Ibu Nani dan masyarakat lainnya seperti dirinya untuk memenuhi tujuan bisnis mereka dan menguntungkan keduanya baik diri mereka sendiri dan karyawan mereka.
Ibu Nani sangat bersyukur bahwa bisnisnya berjalan dengan baik dan Ia sangat didukung oleh BPR Bumi Asih NBP 30 dan Bank Andara. Ia berkata "Saya berharap Bank Andara akan terus membantu masyarakat miskin agar mereka juga dapat mengembangkan usaha mereka seperti saya."
40% dari nasabah Bank Andara yang telah bekerja sebagai mitra Bank pada tahun pertama adalah mereka yang fokus kepada keberpihakan terhadap masyarakat miskin, sebuah tanda yang kuat dan komitmen dari Bank Andara dan mitranya untuk bekerja dengan orang-orang miskin di Indonesia dalam jangka panjang.
“Melalui kemitraan dengan LKM yang tepat dan memiliki tujuan yang sama, bekerja secara bertahap dengan mereka untuk membangun kapasitas mereka dan bergerak ke depan bersama-sama menuju tujuan bisnis yang saling menguntungkan, kita tahu bahwa kita bisa mencapai misi sosial yang unik untuk membantu orang miskin dan orang Indonesia yang kurang mendapatkan pelayanan secara efektif sambil tetap tumbuh sebagai lembaga keuangan yang berkesinambungan," kata Paulus Wiranata, Direktur Utama Bank Andara.