News
Memulai Kembali
Wed February 3,2010
Oleh Shinta Hutagalung
January 2010
Bank Andara adalah salah satu bank umum yang melayani sektor keuangan mikro di Indonesia. Namun Bank Andara memiliki keunikan tersendiri karena Bank Andara memiliki visi sebagai wholesale bank yang menjadi partner bagi Lembaga Keuangan Mikro (LKM), dengan menawarkan fasilitas pembiayaan yang fleksibel untuk membantu LKM dalam memperluas dan meningkatkan kegiatan bisnis dan keberadaanya di pasar keuangan mikro.
BPR Arthaguna Sejahtera (AS) adalah salah satu nasabah mula-mula untuk pinjaman modal kerja dari Bank Andara pada awal 2009. Pinjaman tersebut memungkinkan BPR AS untuk menyediakan pinjaman kepada nasabahnya yang berpenghasilan rendah untuk memenuhi kebutuhan dengan fitur pinjaman yang lebih fleksibel.
Ibu Murni adalah salah satu nasabah BPR AS, yang tinggal di bawah menara listrik di daerah selatan Jakarta bersama suami dan 3 putranya. Bersama keluarganya, ibu Murni mencari penghasilan sehari-hari dengan mengumpulkan dan menjual sampah dan barang-barang bekas untuk didaur ulang. Tahun 2004, Ibu Murni menjadi nasabah program kredit kelompok bagi ibu rumah tangga dari BPR AS bahkan menjadi ketua kelompoknya, setelah mengalami banyak kegagalan dan kerugian dari usahanya.
“Saat kami belum mengenal BPR adalah saat yang susah bagi kami. Kami menggunakan tabungan hidup kami sendiri untuk membiayai usaha ini, dan setiap harga barang rongsokan jatuh kamipun tidak bisa meneruskan usaha ini. Kami harus menutup usaha untuk sementara dan kembali lagi dari nol.” Demikian cerita ibu Murni.
Dana dari program kredit kelompok membantu usaha ibu Murni dikala fluktuasi harga barang rongsokan tanpa harus menggunakan tabungan hidup keluarganya. Sebagai ketua ketua kelompok peminjam, ibu Murni membina 10 ibu rumah tangga lainnya yang menggunakan pinjaman untuk membiayai usaha rumahan seperti toko kelontong dan jasa penjahit.
Namun pada tahun 2008 kelompok peminjam ibu Murni menjadi tidak aktif, karena sebagian besar anggotanya tidak dapat memenuhi kewajiban bayar mereka. “Sejak saat itu, saya memutuskan untuk berdiri sendiri supaya dapat bertahan dengan menjadi nasabah untuk pinjaman perorangan. Saya harus bergerak maju demi keluarga saya,” jelas ibu Murni dengan senyum bahagia.
Ibu Murni menggunakan fasilitas pinjaman perorangan mulai dari nominal Rp 4 juta hingga sekarang menjadi Rp 20 juta, dan selalu menepati jadwal pembayarannya. Pinjaman perorangan dari BPR AS memungkinkannya untuk membangun kembali usaha barang rongsokan tanpa harus meghadapi resiko kehilangan tabungan hidup keluarganya saat fluktuasi harga, serta membiayai pembayaran pada pengumpul barang rongsokan sampai setidaknya harga barang rongsokan kembali normal.
Bank Andara menjangkau dan mendukung LKM yang jumlahnya terus bertumbuh, dimana LKM tersebut juga melayani end-clients yang merupakan wirausaha yang aktif meningkatkan ekonomi didaerah pinggiran kota dan pedesaan. Ini adalah salah satu langkah awal dari realisasi tujuan bisnis dan misi sosial Bank Andara untuk mendukung Bank dalam menjangkau jutaan masayarakat yang belum tersentuh oleh layanan perbankan di Indonesia, melalui layanan dan produk keuangan yang inovatif kepada dan melalui LKM secara luas.
“Sekarang ada pintu yang dibukaan untuk kami sekeluarga,” kata ibu Murni “Kami dapat meminjam uang untuk membantu kelanjutan pertumbuhan usaha kami. Saya juga sudah mulai melakukan pembukuan, karena saya berharap tahun ini saya dapat memberi infaq ke mesjid. Keadaan kami menjadi semakin baik dan saya berharap ini akan seterusnya.”