Informasi
News

Oleh Shinta Hutagalung
January 2010
Bank Andara sebagai Social Investment Wholesale Bank, menjalin kerja sama dengan memberikan pinjaman kepada BPR Bumiasih Pusaka Negara (BPN) salah satu Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Indonesia. Kerja sama ini memungkinkan BPN untuk meningkatkan kredit musiman untuk petani yang mengalami kesulitan dengan pembayaran kredit secara bulanan, oleh karena panjangnya siklus panen. Pinjaman musiman ini memungkinkan petani nasabah LKM menghindari resiko gagal bayar atau menghabiskan tabungan mereka, bahkan semakin banyak petani yang berkembang.
Bapak Dasman adalah nasabah kredit musiman dari BPN, yang telah menekuni tani selama 15 tahun di Kalentambo, Subang. “Dulu, kami menghabiskan tabungan keluarga kami untuk membeli bibit padi dan pupuk sebelum musim tanam, tapi hama menggagalkan harapan kami untuk panen sehingga kami tidak punya apa-apa” jelas Bpk. Saman. Dengan habisnya tabungan keluarga mereka, akhirnya Bpk. Dasman meminjam pada Bank, namun kewajiban membayar setiap bulan kepada Bank hanya menambah beban keuangan pada keluarganya.
Hingga suatu saat, Bpk. Dasman mulai meminjam uang melalui program kredit petani dari BPN. Jadwal pembayaran dari kredit musiman ini disesuaikan dengan masa panen, sehingga dapat mengakomodasi kemampuan pembayaran para petani. Bpk. Dasman mulai bertani hanya dengan 2 hektar sawah miliknya, yang sekarang telah berkembang menjadi 7,5 hektar lahan dengan satu traktor dan mempekerjakan 7 buruh tani tetap. Kredit musiman ini mendorong Bpk. Saman untuk lepas dari kemiskinan.
Bpk. Saim adalah petani lainnya yang tinggal di Kalen Sari, Subang yang menjadi nasabah kredit musiman untuk membiayai 2 hektar sawahnya. Berkat ketekunannya, Bpk. Saim adalah nasabah simpanan aktif di BPN yang merupakan hasil dari panennya selama ini. Setelah bertahun-tahun menghadapi tantangan sebagai petani, Bpk. Saim telah mendiversifikasi pendapatan hidupnya dengan memiliki kios yang menjual telepon seluler dan voucher bersama dengan putrinya, yang bekerja sebagai TKW di Taiwan.
Bank Andara berkomitmen untuk memastikan setidaknya 40% dari nasabah LKM-nya adalah pro poor yang melayani penduduk dengan pendapatan rendah, menurut standar yang ditentukan oleh Bank bersama dengan leading development organizations. Bank Andara percaya dengan bekerja sama dengan nasabah LKM, akan dapat meningkatkan akses finansial secara luas kepada penduduk yang berpendapatan rendah, usaha mikro, kecil dan medium diseluruh Indonesia, yang pada akhirnya dapat membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kemiskinan.
“Saya tidak punya harapan yang tinggi-tinggi, tapi kalau saya punya uang lebih saya akan menggunakannya untuk membeli lahan sawah lagi. Menjadi petani adalah satu-satunya cara hidup yang saya tahu.“ kata Bpk. Dasman dengan suara penuh harapan. Bpk. Dasman adalah salah satu dari banyak wirausahawan tani yang turut berpartisipasi dalam membangun perkenomian daerah melalui kredit mikro.



