News
Membangun Penghidupan dan Mengurangi Kemiskinan Melalui Keuangan Mikro
Thu April 22,2010
Oleh Lira Rewiantari
"Bank Andara adalah bank wholesale yang unik dengan keberbihakannya terhadap masyarakat miskin yang bertujuan untuk mengubah cara kerja keuangan mikro di Indonesia," kata Don Johnston, Direktur Pengembangan Bisnis Bank Andara, "dengan menawarkan “satu langkah pelayanan” melalui pola kemitraan komersial dengan LKM kecil, kita membantu mereka untuk mengakses pembiayaan, teknologi dan dukungan Sistem Informasi manajemen sehingga mereka dapat menyediakan nasabah dengan layanan yang diperlukan dan produk yang biasanya hanya disediakan oleh bank komersial, dan pada akhirnya membantu nasabah mereka dalam membangun penghidupan mereka dan mengurangi resiko kemiskinan. "
Memahami pentingnya kebutuhan UKM dan LKM di sektor keuangan mikro di Indonesia, maka Bank Andara didirikan pada April 2009 oleh konsorsium yang digerakkan dengan adanya kesamaan motivasi sosial dan finansial serta pemegang saham yang berpengalaman, termasuk didalamnya adalah International Finance Corporation (IFC) dan Bapak I Wayan Gatha. Bank Andara didirikan untuk menjembatani kesenjangan antara sektor keuangan formal dan informal serta bekerja sebagai mitra bisnis strategis untuk LKM di Indonesia, untuk mencapai misi sosial dengan membantu jutaan masyarakat berpengasilan rendah yang tidak memiliki akses perbankan agar memperoleh akses akan produk dan layanan keuangan melalui LKM lokal.
Melalui pola kemitraan dengan Bank Andara, LKM dapat terus secara efektif menjangkau masyarakat miskin di Indonesia, dan menyediakan akses layanan berdasarkan kebutuhan lokal di berbagai wilayah Indonesia, dari daerah kumuh perkotaan besar sampai ke nelayan di pedesaan, untuk memperluas dan membangun bisnis mereka dan menjangkau secara lebih efektif. Salah satu klien Bank Andara yaitu BPR Karangampel yang didirikan 36 tahun lalu di Indramayu dengan fokus terhadap keberpihakannya pada masyarakat miskin.
BPR Karangampel mendukung nasabah usaha kecil dan mikro yang bekerja di berbagai bisnis diantaranya adalah 48% dalam perdagangan, 22% di bidang pertanian dan perikanan, 25% di bisnis dan 5% dalam transportasi dan industri jasa. Seperti BPR lainnya yang berpihak kepada masyarakat miskin, BPR Karangampel fokus untuk mendukung nasabah yang mengalami kesulitan dalam mengakses kredit dan jasa keuangan, dan membagi visi dari Bank Andara untuk terus membantu mereka terutama yang berpenghasilan rendah di Indonesia untuk mengembangkan penghidupan mereka dan menghindari risiko mereka kembali ke kemiskinan.
Pak Tofik adalah salah satu nasabah BPR Karangampel dan datang ke BPR mencari dukungan bisnis untuk membuat hidup yang memadai dan konsisten. Sebelumnya Ia menjadi seorang klien dari BPR Karangampel, ia mencari nafkah dengan mengumpulkan sampah daur ulang dan menjualnya kembali, tapi seperti yang lainnya, bisnisnya hancur ketika harga limbah daur ulang menurun drastis. Setelah itu dia memutuskan untuk mencari profesi yang lebih aman dan memilih untuk menjadi seorang pemelihara lebah. "Ide itu datang ketika saya mengunjungi teman saya di Jatibarang dan melihat tetangga teman saya panen madu dan aku sadar itu bisa menjadi bisnis yang handal dan berkesinambungan bagi saya juga," jelas Mr Tofik. Selanjutnya Pak Tofik mendatangi BPR Karangampel dengan ide untuk bisnis barunya dan mereka mendukung dia dengan pinjaman musiman sebesar Rp 5.000.000,-.
Fasilitas pinjaman BPR Karangampel yang diberikan kepada pak Tofik untuk mendukung dalam memulai dan biaya operasional bisnisnya. Pada awalnya ia memulai dengan 3 kotak lebah dan dikumpulkan dan dijual melalui pintu ke pintu. Selama 6 bulan pertama dia menambah bisnisnya menjadi 18 kotak lebah dan mempekerjakan tiga pekerja tambahan untuk membantunya dalam bekerja dan menjual madu. Dengan 18 kotak dan tiga pekerja, Pak Tofik dapat memperoleh keuntungan sebesar Rp 240,000 per hari dalam menjual madu melalui pintu ke pintu dan rumah sakit Karawang selama musim kering. Tantangan terbesarnya dalam usaha ini bahwa bisnis ini musiman. Selama musim kemarau ada banyak sumber makanan untuk lebah dan mereka menghasilkan banyak madu. Namun, di musim hujan ada sumber makanan yang terbatas dan sulit untuk mengumpulkan madu. Untuk alasan ini, pinjaman musiman dengan fasilitas pembayaran yang fleksibel sangat penting bagi nasabah seperti Pak Tofik dan rekan-rekannya sesama peternak lebah.
Berdasarkan pak Tofik, dengan hanya menjual madu asli yang berkualitas tinggi sangat penting bagi keberhasilan bisnisnya, Ia menjelaskan "Beberapa orang mencoba menjual madu berkualitas rendah tetapi saya menjual madu berkualitas tinggi dengan harga sebesar Rp80.000 per botol, dan saya bisa membuktikan keaslian madu tersebut, ketika terkena panasnya api, madu tersebut tidak akan menguap dan akan menjadi kristal pada saat dingin.” Ia pun menambahkan “Dengan cara ini saya telah membangun reputasi saya dan pelanggan untuk menjual produk yang berkualitas . Banyak pelanggan. percaya bahwa madu dapat membantu meningkatkan nafsu makan, mengobati sakit gigi, penyakit asam urat, asma dan penyakit lainnya, sehingga kualitas adalah penting bagi kinerja bisnis yang baik”
Bisnis baru yang sedang dijalankan oleh PakTofik menguntungkan selama 6 bulan pertama dan terus mengembangkan dan menyediakan sumber pendapatan yang dapat diandalkan, tidak hanya membantu Pak Tofik tetapi juga karyawannya untuk mengembangkan mata pencaharian mereka dan menghindari risiko kemiskinan untuk jangka panjang.
BPR Karangampel dan Bank Andara telah bekerja sama untuk membantu nasabah-nasabah yang berpenghasilan rendah dan pengusaha kecil seperti PakTofik dalam mengembangkan bisnis mereka. "Saya berharap bahwa bisnis saya akan terus berjalan dengan baik, sehingga saya bisa mempekerjakan lebih banyak pekerja dan meningkatkan keuntungan” kata PakTofik. Memang, Bank Andara bertujuan untuk memberikan bantuan keuangan kepada jutaan penduduk berpenghasilan rendah di Indonesia seperti Pak Tofik yang hanya mendapatkan sedikit dukungan, memiliki kapasitas untuk membangun penghidupan mereka, meningkatkan diri dari kemiskinan dan berkontribusi untuk membuat masyarakat sejahtera dengan membangun usaha kecil dan mikro yang gigih dan berkecukupan secara finansial.
"Tantangan yang kami hadapi bukan permasalahan kecil, dan mungkin memerlukan waktu untuk memperoleh hasilnya, tetapi dengan masing-masing anggota berkontribusi dalam peran mereka dengan efektif dan transparan, mereka akan berhasil dalam bekerja secara efektif dengan sejumlah besar LKM di dalam menyediakan akses keuangan kepada masyarakat berpenghasilan rendah di Indonesia.” kata Paulus Wiranata, Direktur Utama Bank Andara.